Sabtu, 2 Juli 2016
Olahraga Sambil Denger Musik Ternyata Nggak Gampang Capek
Jumat 19 Juli 2013

One good thing about music, when it hits you, you feel no pain (salah satu keindahan musik adalah saat ia mengenaimu, Kamu tidak akan merasa sakit) begitu kata Bob Marley. Indah sekali. Quote lain yang terkenal mengenai musik juga datang dari seorang filsuf seniman asal Jerman Friedrich Nietzsche. Ia mengatakan without music, life would be a mistake (tanpa musik, hidup  hanyalah jadi sebuah kesalahan) Bahkan benak filsuf yang juga seorang ahli matematika asal Yunani, Plato pun tak luput dari sentuhan musik. Ia bilang, music gives a soul to the universe, wings to the mind, flight to the imaginationand life to everything (musik memberikan jiwa kepada alam semesta, memberikan sayap kepada pikiran, membuat imajinasi melayang bebas, dan memberikan kehidupan bagi semua hal).

Diakui atau tidak, musik adalah sebuah anugerah bagi kehidupan. Dengan berbagai bentuknya, musik masuk ke seluruh ruang kehidupan dan aktivitas manusia. Pemandangan orang-orang dengan headphone atau earphone di telinga saat sedang jalan-jalan, olahraga atau di tempat kerja pasti banyak Kamu temui setiap hari. Sedang olahraga? Ya, musik dan olahraga adalah sebuah pasangan sempurna.

Sejak kurun tahun 1970-an, ketika senam aerobik mulai populer, musik mulai diperhitungkan sebagai salah satu komponen penting yang memberikan efek positif dalam program olahraga. Para instruktur kesehatan dan fitness pun meyakini bahwa keberhasilan sebuah kelas program didukung oleh penggunaan serta pemilihan jenis musik yang tepat selama latihan.

Banyak penelitian yang sudah dilakukan untuk mengetahui pengaruh musik terhadap kemampuan tubuh dalam olahraga. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Ellis, D. S. danBrighouse, Gmembuktikan efek musik terhadap kecepatan respirasi dan detak jantung. Dalam studi yang dipublikasikan oleh  The American Journal of Psychology ini, detak jantung yang normalnya berkisar antara 72-80 detak per menit bisa naik sedikit secara perlahan jika dipaparkan pada musik bertempo cepat. Sedangkan kalau mendengarkan musik santai alias bertempo lambat, detak jantung juga perlahan menyesuaikan. Studi yang diterbitkan Journal of Research in MusicEducation menyatakan bahwa ikut naik-turunnya detak jantung ini disebabkan oleh efek emosional yang dibawa oleh sebuah musik.

Tubuh Bekerja dalam Irama

Tag :
#