Kamis, 5 Mei 2016
Sentra Budidaya Anggrek


Dusun Kedungdowo, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, kini boleh berbangga. Selain dikenal sebagai tempat budidaya anggrek, kini, desa tersebut dijadikan Kampung Wisata Anggrek..

” Untuk sementara 20 kepala keluarga kami berikan bibit. Setiap kk tersebut mendapatkan 200 bibit bibit anggrek , pupuk, pot, obat serta alat lainnya untuk mengembangkan tanaman ini. Setelah berusia empat bulan, kami beli kembali anggrek tersebut biar mereka dapat tambahan. Setiap pohon angrek kami hargai Rp 4.000” ujar Are Prasetyo, 61, pemilik budi daya anggrek Meitya Orchid kepada Koran JITU, Minggu 5 Februari lalu.

Bibit anggrek yang diberikan oleh Are tersebut adalah anggrek denro karena perputaran bisnisnya lebih cepat dan baik. Are mengatakan sebelum diberi bibit, warga sudah dibekali bagaimana cara merawat, mengobati maupun memupuknya.” Setiap bulan kami adakan pertemuan di rumah ini. Kami saling sharing dengan warga, termasuk mendengar keluhan dan kendala yang mereka temui dalam menanam anggrek ini. Alhamdulillah, program yang kami jalankan sejak lima tahun lalu ini kini mulai berjalan. Rencana tempat ini kami akan jadikan Desa Wisata Anggrek, mudahmudahan tahun ini bisa terlaksana,” ujar Are yang juga menanam berbagai tanaman lainnya, termasuk durian, jagung, mangga singkong sayursayuran dari bahan organik.

Lokasi budidaya anggrek Meitya Orchid di Kedungdowo, Plosorejo, memang sangat strategis, selain lokasinya yang sangat baik karena berada di ketinggian, masyarakat kampung tersebut sangat menerima budidaya anggrek yang pelopori Are Prasetyo. Kini, Desa Kedung dowo, Plosorejo. Di Meitya Orchid sendiri, ada sekitar 11 ribu tanaman anggrek berbagai jenis. Mulai anggrek bulan, anggrek hutan, anggrek denro, anggrek cattleya, anggrek hitam, anggrek renanthera hingga anggrek vanda.

Tag :
#