Langganan Koran JITU Rp.120.000/tahun PASANG IKLAN
Selasa, 21 Oktober 2014

SBY Kepincut, Pesan Seperangkat Gamelan

Slider

Sukoharjo merupakan kawasan berbasis industri dan pertanian. Di Kabupaten ini, bisa ditemukan berbagai industri. Salah satunya adalah industri pembuatan gamelan di daerah Mojolaban. Berikut reportase wartawan Koran JITU Julian Surya bersama Ardito Yuliadi.

LOKASI Kawasan Industri Gamelan tidak jauh dari Kota Surakarta. Hanya sekitar tujuh kilometer tenggara Kota Bengawan. Namanya, Dukuh Gendengan, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Di desa ini bisa melihat tempat– tempat pembuatan gamelan. Salah satunya perajin Gamelan Perunggu Palu Gongso.

Sejak lama, daerah ini sudah menjadi daerah pembuat gamelan. Sekitar 50 tahun lebih. Bahkan boleh dikatakan usaha turun temurun. Kawasan industri gamelan inilah yang justru menghidupi perkembangan seni gamelan nusantara dan mancanegara.

Karena banyak kebutuhan gamelan baik dari dalam maupun luar negeri dipasok dari wilayah ini. Di pusat kerajinan Gamelan Perunggu Palu Gongso, ada berbagai aneka gamelan mulai dari gong Jawa dan Bali, bonang barung dan penerus, demung, saron, kempul, slenthem, kendhang bem, ciblon dan ketipung serta kenong.

Bahan yang dipakai untuk gamelan yaitu tembaga dicampur dengan timah. Di tempat ini, wisatawan juga bisa melihat pro ses dari awal pembuatan gamelan. Mulai dari proses peleburan tembaga dan timah, pelempengan, pembentukan, penyeteman hingga penyempurnaan.

Saat Koran JITU menyambangi ke lokasi pembuatan gamelan ini, kebetulan ada proses pembuatan gong Jawa pesanan dari Malang. Meskipun hawanya cukup panas karena dekat dengan bara api, namun sangat mengasyikkan.

Kita bisa melihat langsung pembuatan gamelan sekaligus bertanya kepada beberapa empu gamelan mengenai jenis gamelan. Bahkan, hampir setiap hari ada turis atau orang luar kota yang datang melihat proses pembuatan gamelan ini.

“ Kadang ada juga yang beli kenong, kempul dan lain– lain,� ujar Saroyo pemilik Pusat Kerajinan Gamelan Perunggu Palu Gongso. Salah satu tempat kerajinan gamelan ini pernah mengalami masa jaya pada tahun 2002 sampai 2003.

Banyak hasil gamelan dari Palu Gongso ini diekspor ke luar negeri seperti Jepang maupun Singapura. Namun setelah banyak gamelan di luar negeri, produksi menurun.

“Sekarang tiap tahun paling ada pesanan satu set gamelan lengkap. Kadang juga tidak ada sama sekali. Yang paling sering sekarang membuat Gong Bali dan Jawa,� ujar pria yang memulai usaha sejak 1995 ini.

Saroyo pernah mendapat pesanan satu set gamelan lengkap dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Pak SBY, 2008 lalu pernah pesan seperangkat gamelan besar komplet Rp 350 juta.

Saya antar ke Istana Negara. Namun saya tidak tahu mau dipakai di Istana atau dibawa ke rumahnya di Puri Cikeas,� ujar pria yang telah bergelut di kerajinan gamelan sejak 1972 ini. Dia menambahkan, untuk membeli seperangkat alat gamelan slendro pelok, harga yang dipatok Rp 275 juta.

Pembuatannya butuh waktu tiga hingga empat bulan. (dto)


desktop
DAIHATSU Zebra SOLO AD Rp. 23.000.000,- Detail
DAIHATSU Xenia Li Dlx Plus JOGJA AB, Tgn1 Rp. 99.000.000,- Detail
HONDA City IDSI SOLO AB Rp. 125.000.000,- Detail
TOYOTA Innova G SOLO AD Rp. 130.000.000,- Detail

Tulis Komentar